Jumat, 28 Agustus 2009

ANTI-SUSILA motivation


Tidak layak seorang muslim dengan kemuliaannya; melihat, memperhatikan, mencari-cari gambar-gambar atau film-film yang mempertontokan aurat wanita, ketahuliah bahwa yang kita lihat itu adalah para pezina yang menjajakan auratnya.
 
Bayangkan jika karena seringnya kita melakukan demikian akhirnya muncul di dalam benak kita keinginan untuk bersama mereka. Bersama para PEZINA.

Sesungguhnya Islam adalah mulia, dan Islam menjadikan pemeluknya mulia, apakah bisa disamakan orang yang mulia dengan orang hina? Apakah sama yang buruk dengan yang baik?

Memangsih kalau sudah libido meluap-luap, syahwat memberontak dan kemaluan merespon dengan denyutan dan getaran yang menggelitik. Untuk menolak ajakan Syetan la (laknatullah ‘alaihi) adalah suatu pekerjaan besar dan berat. Namun mereka bukan lah tuan bagi dirimu, yang menjadi tuan bagi dirimu adalah engkau. Engkaulah yang berhak memutuskan. Cobalah untuk segera menghindar. Menghindar sejauh-jauhnya.

Di bawah ini ada ayat-ayat tentang zina, semoga membantu.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS.Al-Iraa’:32)

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin. (QS.Annur:3)

Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.Annisa:25)

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS.Aliimran:135)

Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.(QS.Al-Mu’minuun:7)
Maksudnya zina; homoseksual dan lain-lain

Yang ini hadits dari Rasulullah saw.
"Suatu malam aku bermimpi ada dua orang yang mendatangiku, lalu keduanya mengajakku keluar, maka aku pun berjalan bersama keduanya. Ternyata aku melihat ada sebuah rumah yang dibangun seperti tungku, bagian atas sempit dan bagian bawahnya luas, sedangkan di bawahnya ada nyala api. Di dalam bangunan tersebut ada kaum laki-laki dan perempuan yang telanjang. Ketika api dinyalakan merekapun berusaha naik ke atas hingga hampi-hampir keluar. Jika api redup merekapun kembali ke tempat semula. Saya pun bertanya 'siapakah mereka?' Dia menjawab, ' Mereka adalah para pezina." (Riwatat Bukhori)

Ingatlah!
Semua perbuatan menampakkan bekas sebagai akibat dari perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan, dan semua perbuatan dimotivasi oleh niat-niat yang diterbitkan oleh hati, dan hati sangat rentan terhadap apa yang mengkondisikannya.

Orang yang ingin menyembunyikan kebaikan akan kurang lebih sama beratnya dengan orang yang ingin menyembunyikan keburukan. Orang yang menyembunyikan keburukan dengan kesolehan yang ditampakkan biasanya lebih sulit untuk dideteksi, dan orang yang melakukan keburukan setelah banyak melakukan kebaikan lebih mudah di cap buruk, lebih cepat diberikan stigma negative, dibandingkan orang yang melakukan kebaikan setelah melakukan banyak perbuatan buruk.

Rabu, 26 Agustus 2009

Prinsip berIslam dalam rangkaian azan


Prinsip Berislam secara garis besar sudah termaktub dalam rangkaian kata azan.
Pertama, Allahu-Akbar - membesarkan Allah. Apabila kita memperhatikan sesuatu dengan fokus maka yang lainnya akan menjadi tidak bermakna, artinya ketika didalam hati seseorang itu yang besar hanya Allah maka dia sudah bertauhid. Tidak takut kecuali hanya kepada Allah. Dan dimana saja dia berada selalu dalam keadaan ingat kepada Allah. Inti ber-Islam adalah tauhid, karena dengan bertauhid maka semua amalan diserahkan dan dipasrahkan hanya kepada Allah. Urusannya hanyalah menegakkan apa yang disyariatkan oleh Allah dan apa saja yang dapat mendatangkan ridho Allah.
Kedua, “syahadatain” - berbai’at, setiap pergerakan dan organisasi apapun dan dimanapun apalagi yang berbau agama, pasti diawali dengan bai’at atau perjanjian untuk siap mengikuti ajaran dan doktrin yang menjadi landasan utama bagi pergerakan atau organisasi. Karena dengan berbaiat maka seseorang telah siap sepenuhnya diatur oleh apa yang ia telah yakini, dan ketika dia salah atau melenceng dari doktrin yang ada, teman anggota yang lain dapat mengingatkan. Kan ringankan kalau kita mengingatkan orang yang sudah kita tahu bahwa dia adalah orang kita, kalau orang lain boleh jadi akan marah.
Ketiga, hayya’ala-ssholah - processing. Setelah tauhid, Islam sangat menekankan pertingnya menebar rahmatalil’alamin, dan rahmatalil’alamin hanya bisa tercapai jika terjadi hubungan yang baik kepada Allah sebagai Sang Pengatur alam. Bagaimana mengatur alam, hal itu adalah dengan cara berqu’ran, namun untuk dapat berQur’an dengan baik pondasinya adalah Sholat, atau berhubungan kepada Allah dengan hubungan yang baik, namun tetap yang menjadi pengertian sholat disini adalah pengertian menjalankan ibadah mahdoh, karena sholat itu merupakan tiangnya agama. Sebenarnya yang diinginkan bagi penegak sholat bukan sekedar menjalankannya, namun dapat membawa nilai-nilai sholat dalam kehidupan sehari-harinya. Karena di dalam sholat terkandung nilai-nilai kebersihan, nilai-nilai social, nilai-nilai kepatuhan, nilai-nilai kemanusiaan yang menjunjung tinggi kemuliaan dan lain-lain.
Keempat, hayya’ala-l-falah - hasil. Dengan menjalankan proses secara maksimal maka akan membuahkan hasil, hasil yang dijanjikan adalah kemenangan. Tapi tidak semua kemenangan yang dijanjikan akan kita dapatkan. Karena kemenangan tidak didapat hanya dengan berkoar-koar, dengan melihat-lihat, sebagaimana janji Allah kepada bangsa Yahudi la (laknatullah ‘alaihi) terhadap tanah perjanjian. Malah nabi Musa alaihissalam yang mereka suruh masuk. 
Kelima, Allahu-Akbar dan Laa-ilaha illallah - takbir kemenganan. ketika tidak ada ikatan-ikatan yang dapat memasung kita kecuali keterikatan kepada Allah yang maha Besar, maka itulah yang disebut dengan kemenangan, kebebasan dan kemerdekaan (baca juga ; apa yang dimaksud dengan kebebasan). Dan kemenangan dalam Islam bukan malah mendatangkan kesombongan dan bangga-banggaan, akan tetapi kembali untuk menyerahkan sepenuhnya kepada pengaturan Allah swt. dan kemenangan itu pasti akan terlukis dalam pernyataan ikrar untuk senantiasa dimotivasi dan bertujuan Cuma ‘untuk’ dan ‘dari’ Allah swt semata. Wallahu a’lam


Selasa, 25 Agustus 2009

Let’s charge Our BODY posture!


Controlling our Self Talk

We talk to ourselves 50, 000 – 80, 000 times a day.

What we say to ourselves affect our performance and our results.

When we use positive words, they give us power. When we use negative words, they take away our power.

Positive Words

I will do it
I meet a challenge
I love exams
I am committed to succeed
I haven’t learned to do it
I have a learning experience
I will surely win
This is very challenging

Negative Words

I’ll try to do it
I have a problem
I hate exams
I hope to succeed
I cannot do it
I have failed
I will sure fail
This is very difficult

Controlling our Body

Your body controls your state and your thoughts!

To feel confident, put your body in position of confidence
Confident posture
Confident look on your face
Confident voice
Confident movements

To feel motivated, put your body in a motivated position
Motivated posture
Motivated look on your face
Motivated voice
Motivated movements

Whenever you feel lousy, charge your body position! This will automatically charge how you feel!

When you ACT CONFIDENT, you BECOME CONFIDENT

Posted in www.xotopia.net/category/diy-do-it-yourself.


Lima Hal yang Harus dimiliki Organisasi*


  1. 1. VISI- Arah masa depan
    2. SKILL - Keterampilan yang harus terus dipelihara, ditumbuhkan dan dikembangkan.
    3. INSENTIF- (rangsangan) berupa materi dan non materi, langsung maupun tidak langsung, diberikan secara individual maupun kelompok.
    4. RESOURCES - Sumbar daya yang cukup, mudah di dapatkan dan sesuai dengan kebutuhan.
    5. ACTION PLAN - Rencana tindakan yang tertulis, spesifik dan dipahami oleh semua pelaku yang terlibat

    Akibat negatif dari kehilangan salah satu hal di atas

    1. Tidak memiliki Visi maka akan terjadi kebingungan (CONFUSION) bagi para pelaku organisasi.
    2. Bila tidak memiliki keterampilan tertentu yang dibutuhkan dalam organisasi maka akan terjadi kecemasan (ANXIETY).
    3. Insentive kurang maka akan mengakibatkan penolakan (RESISTANCE) dari para pelaku organisasi.
    4. Tidak memiliki resources menyebabkan para pelaku organisasi prustasi (FRUSTATION)
    5. Tidak adanya action plan dapat mematikan organisasi bila sang pendiri organisasi sudah tidak ada, sehingga mengakibatkan kegagalan (FAIL) untuk mencapai tujuan berdirinya organisasi tersebut.

    * Judul asli ‘Perubahan menuntuf adanya lima (5) hal sekaligus’
      Di ambil dari buku RE-CODE YOUR CHANGE DNA dengan beberapa perubahan



Hati layaknya anak Kecil, bagai kertas putih yang harus kita warnai


Hati seperti selembar kertas putih yang harus ditoreh, karena setiap sesuatu pekerjaan yang kita lakukan dengan sadar maka hal itulah yang akan memberikan goresan kepada diri kita. Anak kecil pun demikian, apa, siapa dan bagaimana mengkondisikan mereka itulah mereka, mungkin mereka akan berubah, namun perubahan mereka tetap dihantui dengan trauma kecil mereka. Hanya orang-orang yang berjiwa besar yang ingin melakukan perubahan dan berani menjaga perubahan itulah yang bisa terlepas dari belenggu pengkondisian masa kecil mereka.

Islam tidak mengenal hukum karma, Islam lebih mengenal akan ayat yang berbicara tentang bagaimana akibat dari suatu pekerjaan, dampak dari suatu pekerjaan, baik itu pekerjaan yang mulia, maupun pekerjaan yang hina, baik itu pekerjaan kecil berkadar seberat dzarrah apalagi pekerjaan-pekerjaan besar. Pasti akan kita lihat. Marahnya kita saat ini, main matanya kita saat ini, pikiran kita saat ini yang kita biarkan melayang tak menentu arah, tontonan yang kita tonton saat ini, akan memiliki pengaruh di kemudian hari karena torehan di hati kita saat ini. Begitu pula pada anak kita. Marahnya kita kepada anak kita saat ini, belaian kita kepada anak kita saat ini, senyumnya kita saat ini, mengeluhnya kita saat ini, akan memiliki dampak yang akan kita lihat kelak dengan balasan anak kita kepada kita, sikap anak kita kepada kita, dan sikap anak kita kepada dunia di sekelilingnya.

Pantaslah Nabi saw meminta kita untuk selalu menjaga ketaqwaan, selalu berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Karena apa saja yang kita telah lakukan pasti akan membekas, dan bekas itu akan tampak baik dengan segera maupun akan di waktu-waktu yang akan datang.

Selasa, 18 Agustus 2009

Apa kata Allah dan RasulNya tentang fadhilah Ramadhan?


Ramadhan disebut satu kali dalam ayat AlQur’an. Ayat itu pun sekaligus menyebutkan keutamaannya. Yaitu sebagai bulan turunnya AlQur’an. FirmanNya: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) AlQur’an.” (QS.2:185)

Adapun Rasulullah saw menyebutkan fadhilah bulan Ramadhan dalam banyak sabdanya. Beberapa di antaranya:

“Seandainya manusia tahu apa yang terdapat di bulan Ramadhan, niscaya mereka akan mengangankan agar Ramadhan itu lamanya setahun.” (HR.Ath Thabrani, Ibnu Huzaimah, Al Baihaqi)

Abdullah bin Ash-Shamit meriwayatkan, bahwa ketika bulan Ramadhan datang, Rasulullah saw bersabda: “Ramadhan, bulan penuh berkah telah datang kepadamu. Pada bulan itu Allah melimpahkan (karuniaNya) kepadamu. Dia menurunkan rahmat, menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mengabulkan doa. Allah akan melihat perlombaan kalian di bulan itu dan akan membanggakan kalian di hadapan para malaikat. Maka tampilkanlah dari diri kamu yang baik-baik. Karena orang yang malang adalah orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah pada bulan itu.” (HR. Athhabrani)

Sabdanya pula: “Barangsiapa melaksanakan shaum Ramadhan dengan dasar iman dan penuh perhitungan (mengharap ridha Allah SWT) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR.Ahmad)

Hadits dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu , sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata :

(( اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتُ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْـتَـنَبَ الْكَبَائِرَ )) [رواه مسلم]

Artinya :

“Shalat lima waktu, Jum’at ke Jum’at berikutnya, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya merupakan penghapus dosa-dosa selama masih meninggalkan dosa-dosa besar.” [HR. Muslim]

Hadits dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu , bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

(( إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ))

Artinya :

“Jika telah datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu Al-Jannah [Muttafaqun ‘alaihi]

Di samping itu, masih banyak lagi hadits Rasulullah saw yang berkenaan dengan hal di atas.

Sabtu, 15 Agustus 2009

Saringan "kebenaran"


Suatu ketika seorang sahabat Nabi Muhammad saw ditugaskan untuk menjaga perbendaharaan baitul mal, dan ketika dalam penjagaan tersebut datanglah seorang pencuri yang berusaha untuk mengambil bahan pokok baitul mal, alhamdulillah sang pencuri dapat ditangkap sebelum sempat menjalankan niatnya tersebut. Si pencuri akhirnya dilepaskan karena berjanji untuk tidak mencuri lagi, namun sampai 2 malam berturut-turut sang pencuri pun masih melakukan hal yang sama. Di malam yang ke tiga, si pencuri mengaku bahwa dia adalah syetan dan dia akan mengajarkan sesuatu bila tidak diserahkan kepada Nabi saw. Lantas apa yang diajarkan oleh syetan?!. Pengajaran dari syetan ini di benarkan oleh nabi jika apa yang diajarkan oleh syetan itu di baca maka rumah atau tempat penyimpanan akan aman dari pencuri. 
Ilmu apapun, dari mana didapatkan, dan dari siapa, merupakan sesuatu yang wajib diketahui sejauh mana kita mampu, namun untuk menjalankan dan menyebarkan ilmu itu perlu disaring dengan saringan perinsip kebenaran. Jadi seyogyanya lah seorang yang menuntut ilmu harus dibekali prinsip kebenaran untuk dapat memilih dan memilah mana ilmu yang patut di amalkan dan yang patut ditinggalkan.
Perinsip kebenaran di dalam Islam termaktub di dalam Alqur’an, akan tetapi saat ini atau sebelumnya (mungkin) sudah banyak yang mulai menggugat kebenaran Alqur’an, padahal ketika kita menggugat Alqur’an maka tidak ada lagi patokan kebenaran yang bisa dijadikan rujukan. Dengan standar apa seorang bisa mengklaim bahwa sesuatu itu adalah sesuatu yang benar akan menjadi tidak jelas. Mungkin sebagian lain menyatakan dengan standard universal, sementara setandard universal adalah sesuatu yang masih sering bertentangan karena untuk menetapkan standard universal haruslah dikaji dari setiap tempat yang ada, dan akan berakhir pada hanya beberapa yang menjadi kesepakatan. Karena manusia ini terbina dengan kondisi, ruang dan keadaan yang berbeda.
Prinsip kebenaran adalah sesuatu yang mutlaq, dan mempertanyakan standar kebenaran akan menyebabkan kita hidup dalam keadaan ambivalence. Terombang-ambing tak jelas tujuan dan pegangan.

Mungkin persoalan yang sangat significant di dalam kehidupan masyarakat muslim, pengetahuan Alqur’an sebagai standard kebenaran belum memadai. Atau belum mengakar, nah tugas kitalah sebagai seorang da’I untuk mendakwahkan bagaimana pentingnya belajar Alqur’an, dan juga hadits Rasulullah saw.

Ingat Waktu ..... Dalam Setiap Aktivitas