Selasa, 25 Agustus 2009

Lima Hal yang Harus dimiliki Organisasi*


  1. 1. VISI- Arah masa depan
    2. SKILL - Keterampilan yang harus terus dipelihara, ditumbuhkan dan dikembangkan.
    3. INSENTIF- (rangsangan) berupa materi dan non materi, langsung maupun tidak langsung, diberikan secara individual maupun kelompok.
    4. RESOURCES - Sumbar daya yang cukup, mudah di dapatkan dan sesuai dengan kebutuhan.
    5. ACTION PLAN - Rencana tindakan yang tertulis, spesifik dan dipahami oleh semua pelaku yang terlibat

    Akibat negatif dari kehilangan salah satu hal di atas

    1. Tidak memiliki Visi maka akan terjadi kebingungan (CONFUSION) bagi para pelaku organisasi.
    2. Bila tidak memiliki keterampilan tertentu yang dibutuhkan dalam organisasi maka akan terjadi kecemasan (ANXIETY).
    3. Insentive kurang maka akan mengakibatkan penolakan (RESISTANCE) dari para pelaku organisasi.
    4. Tidak memiliki resources menyebabkan para pelaku organisasi prustasi (FRUSTATION)
    5. Tidak adanya action plan dapat mematikan organisasi bila sang pendiri organisasi sudah tidak ada, sehingga mengakibatkan kegagalan (FAIL) untuk mencapai tujuan berdirinya organisasi tersebut.

    * Judul asli ‘Perubahan menuntuf adanya lima (5) hal sekaligus’
      Di ambil dari buku RE-CODE YOUR CHANGE DNA dengan beberapa perubahan



Hati layaknya anak Kecil, bagai kertas putih yang harus kita warnai


Hati seperti selembar kertas putih yang harus ditoreh, karena setiap sesuatu pekerjaan yang kita lakukan dengan sadar maka hal itulah yang akan memberikan goresan kepada diri kita. Anak kecil pun demikian, apa, siapa dan bagaimana mengkondisikan mereka itulah mereka, mungkin mereka akan berubah, namun perubahan mereka tetap dihantui dengan trauma kecil mereka. Hanya orang-orang yang berjiwa besar yang ingin melakukan perubahan dan berani menjaga perubahan itulah yang bisa terlepas dari belenggu pengkondisian masa kecil mereka.

Islam tidak mengenal hukum karma, Islam lebih mengenal akan ayat yang berbicara tentang bagaimana akibat dari suatu pekerjaan, dampak dari suatu pekerjaan, baik itu pekerjaan yang mulia, maupun pekerjaan yang hina, baik itu pekerjaan kecil berkadar seberat dzarrah apalagi pekerjaan-pekerjaan besar. Pasti akan kita lihat. Marahnya kita saat ini, main matanya kita saat ini, pikiran kita saat ini yang kita biarkan melayang tak menentu arah, tontonan yang kita tonton saat ini, akan memiliki pengaruh di kemudian hari karena torehan di hati kita saat ini. Begitu pula pada anak kita. Marahnya kita kepada anak kita saat ini, belaian kita kepada anak kita saat ini, senyumnya kita saat ini, mengeluhnya kita saat ini, akan memiliki dampak yang akan kita lihat kelak dengan balasan anak kita kepada kita, sikap anak kita kepada kita, dan sikap anak kita kepada dunia di sekelilingnya.

Pantaslah Nabi saw meminta kita untuk selalu menjaga ketaqwaan, selalu berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Karena apa saja yang kita telah lakukan pasti akan membekas, dan bekas itu akan tampak baik dengan segera maupun akan di waktu-waktu yang akan datang.

Selasa, 18 Agustus 2009

Apa kata Allah dan RasulNya tentang fadhilah Ramadhan?


Ramadhan disebut satu kali dalam ayat AlQur’an. Ayat itu pun sekaligus menyebutkan keutamaannya. Yaitu sebagai bulan turunnya AlQur’an. FirmanNya: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) AlQur’an.” (QS.2:185)

Adapun Rasulullah saw menyebutkan fadhilah bulan Ramadhan dalam banyak sabdanya. Beberapa di antaranya:

“Seandainya manusia tahu apa yang terdapat di bulan Ramadhan, niscaya mereka akan mengangankan agar Ramadhan itu lamanya setahun.” (HR.Ath Thabrani, Ibnu Huzaimah, Al Baihaqi)

Abdullah bin Ash-Shamit meriwayatkan, bahwa ketika bulan Ramadhan datang, Rasulullah saw bersabda: “Ramadhan, bulan penuh berkah telah datang kepadamu. Pada bulan itu Allah melimpahkan (karuniaNya) kepadamu. Dia menurunkan rahmat, menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mengabulkan doa. Allah akan melihat perlombaan kalian di bulan itu dan akan membanggakan kalian di hadapan para malaikat. Maka tampilkanlah dari diri kamu yang baik-baik. Karena orang yang malang adalah orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah pada bulan itu.” (HR. Athhabrani)

Sabdanya pula: “Barangsiapa melaksanakan shaum Ramadhan dengan dasar iman dan penuh perhitungan (mengharap ridha Allah SWT) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR.Ahmad)

Hadits dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu , sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata :

(( اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتُ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْـتَـنَبَ الْكَبَائِرَ )) [رواه مسلم]

Artinya :

“Shalat lima waktu, Jum’at ke Jum’at berikutnya, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya merupakan penghapus dosa-dosa selama masih meninggalkan dosa-dosa besar.” [HR. Muslim]

Hadits dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu , bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

(( إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ))

Artinya :

“Jika telah datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu Al-Jannah [Muttafaqun ‘alaihi]

Di samping itu, masih banyak lagi hadits Rasulullah saw yang berkenaan dengan hal di atas.

Sabtu, 15 Agustus 2009

Saringan "kebenaran"


Suatu ketika seorang sahabat Nabi Muhammad saw ditugaskan untuk menjaga perbendaharaan baitul mal, dan ketika dalam penjagaan tersebut datanglah seorang pencuri yang berusaha untuk mengambil bahan pokok baitul mal, alhamdulillah sang pencuri dapat ditangkap sebelum sempat menjalankan niatnya tersebut. Si pencuri akhirnya dilepaskan karena berjanji untuk tidak mencuri lagi, namun sampai 2 malam berturut-turut sang pencuri pun masih melakukan hal yang sama. Di malam yang ke tiga, si pencuri mengaku bahwa dia adalah syetan dan dia akan mengajarkan sesuatu bila tidak diserahkan kepada Nabi saw. Lantas apa yang diajarkan oleh syetan?!. Pengajaran dari syetan ini di benarkan oleh nabi jika apa yang diajarkan oleh syetan itu di baca maka rumah atau tempat penyimpanan akan aman dari pencuri. 
Ilmu apapun, dari mana didapatkan, dan dari siapa, merupakan sesuatu yang wajib diketahui sejauh mana kita mampu, namun untuk menjalankan dan menyebarkan ilmu itu perlu disaring dengan saringan perinsip kebenaran. Jadi seyogyanya lah seorang yang menuntut ilmu harus dibekali prinsip kebenaran untuk dapat memilih dan memilah mana ilmu yang patut di amalkan dan yang patut ditinggalkan.
Perinsip kebenaran di dalam Islam termaktub di dalam Alqur’an, akan tetapi saat ini atau sebelumnya (mungkin) sudah banyak yang mulai menggugat kebenaran Alqur’an, padahal ketika kita menggugat Alqur’an maka tidak ada lagi patokan kebenaran yang bisa dijadikan rujukan. Dengan standar apa seorang bisa mengklaim bahwa sesuatu itu adalah sesuatu yang benar akan menjadi tidak jelas. Mungkin sebagian lain menyatakan dengan standard universal, sementara setandard universal adalah sesuatu yang masih sering bertentangan karena untuk menetapkan standard universal haruslah dikaji dari setiap tempat yang ada, dan akan berakhir pada hanya beberapa yang menjadi kesepakatan. Karena manusia ini terbina dengan kondisi, ruang dan keadaan yang berbeda.
Prinsip kebenaran adalah sesuatu yang mutlaq, dan mempertanyakan standar kebenaran akan menyebabkan kita hidup dalam keadaan ambivalence. Terombang-ambing tak jelas tujuan dan pegangan.

Mungkin persoalan yang sangat significant di dalam kehidupan masyarakat muslim, pengetahuan Alqur’an sebagai standard kebenaran belum memadai. Atau belum mengakar, nah tugas kitalah sebagai seorang da’I untuk mendakwahkan bagaimana pentingnya belajar Alqur’an, dan juga hadits Rasulullah saw.

Minggu, 09 Agustus 2009

Prinsip Hidup


Mengapa harus memiliki prinsip dalam menjalani kehidupan ini, karena dengan prinsip manusia tidak terjebak pada angan-angan kosong. “Itu bukan jalanku dan yang inilah jalanku” pemahaman akan prinsip demikian membuat diri kita akan cepat menemukan apa yang menjadi tujuan dari perjalan yang kita ingin tuju. Tanpa prinsip hidup tersebut maka kita akan sering mencoba jalan lain. Sangat syukur sekali ketika kita mencoba jalan lain disebabkan atas dasar ilmu yang membuat kita harus mencobanya. Dan alangkah meruginya bila kita sekedar mencoba sesuatu karena berdasarkan keinginan untuk merasakan saja.

Seorang anak misalnya, bila dia cepat memahami akan pentingnya suatu bacaan dan amat meruginya bila sekedar menghabiskan waktu dengan menonton tv dengan acara-acara konyol yang tidak menawarkan pengetahuan atau wawasan akan semakin cepat menemukan kesadaran diri, identitas diri dan idealisme dalam hidupnya. Dan untuk mengantarkan anak untuk cepat memahami sesuatu haruslah diantar dengan prinsip-prinsip yang terbangun dikeluarganya.

Orang tua yang memiliki komitmen atau prinsip dalam hidupnya dan mampu berkomunikasi dengan anak biasanya memiliki anak yang akan terlihat cepat dewasa (maaf dewasa disini bukan dewasa anak-anak sekarang yang sudah mulai melihat keindahan dari wanita padahal umurnya belum cukup balig). Orang tua yang memiliki komitmen atau prinsip dalam hidup namun tidak mampu berkomunikasi dengan baik dengan anaknya, akan terlihat sang anak biasanya lebih memilih jalan lain yang bertentangan dengan orang tuanya.

Prinsip hidup, haruslah terbangun dalam keluarga, sehingga diharapkan dengan adanya prinsip hidup itu anak kita cepat memahami manakah jalan yang harus mereka lalui dan manakah yang bukan jalan mereka.

Salah satu gambaran (mungkin) mengapa anak sampai orang tua lebih menyukai tontonan seperti spiderman, superman dan semua yang bersifat tidak masuk akal. Karena prinsip keilmuan belum mengakar di dalam kehidupan mereka. Akan tetapi kemampuan anak dalam menalar dan kedewasaan mereka untuk memahami mana yang masuk akal dan mana yang tidak bukan mengantarkan mereka untuk menjadi jago seperti mereka, lebih dari itu mereka akan mencari tau mengapa kok manusia bisa tertipu dengan angan kosong orang lain.


Senin, 03 Agustus 2009

ALQURAN ADALAH PATOKAN DASAR DALAM BERISLAM


Visualisasi sebuah perencanaan merupakan sesuatu yang mutlaq dalam management manapun, karena jika tidak memiliki visualisasi, atau gambaran yang jelas maka dalam perjalanan sesuatu kegiatan atau pembangunan akan terjadi penambahan dan pengurangan sesuai perasaan yang menjalankannya. Sedangkan adanya visualisasi saja masih ada tikus-tikus nakal yang bermain dalam memanfaatkan sumber-sumber atau material-material yang ada.

Dalam kehidupan berIslam ada visualisasi atau gambaran yang jelas bagaimana kita menjalankan ke Islaman kita, yaitu al-Qur’an dan adapula detail gambaran dari visualisasi utama bila kita mengalami pengaburan makna yaitu sunnah Rasulullah saw, walaupun sunnah Rasulullah saw ini adalah hasil dari refleksi berQur’an itu sendiri.

Jadi bila kita melihat hal-hal yang asing dalam pengamalan ajaran ini kembalikan kepada perinsip dasar tadi, ada-tidak termaktub dalam al-Qur’an dan bagaimana detail gambarannya. Jika tidak ada pasti ada penyimpangan, atau penambahan dan pengurangan yang di dalam terminology islam disebut dengan bid’ah. Karena boleh jadi hal-hal yang asing yang kita saksikan adalah karena belum sampainya kita pada pemahaman yang kamil. Apalagi kita bukanlah orang-orang yang hafal qur’an.

Prinsip Pembawa Kebenaran (dikutip dari Sirah Nabawiyah)


“Yang menambah pula dakwah itu berkembang sebenarnya karena teladan yang diberikan Muhammad sangat baik sekali: ia penuh bakti dan penuh kasih-sayang, sangat rendah hati dan penuh kejantanan, tutur-katanya lemah-lembut dan selalu berlaku adil; hak setiap orang masing-masing ditunaikan. Pandangannya terhadap orang yang Iemah, terhadap piatu, orang yang sengsara dan miskin adalah pandangan seorang bapa yang penuh kasih, lemah-lembut dan mesra. Malam haripun, dalam ia bertahajud, malam ia tidak cepat tidur, membaca wahyu yang disampaikan kepadanya, renungannya selalu tentang langit dan bumi, mencari pertanda dari segenap wujud ini, permohonannya selalu dihadapkan hanya kepada Allah. Dia. yang menyerapkan hidup semesta ini ke dalam dirinya dan kedalam jantung kehidupannya sendiri, adalah suatu teladan yang membuat mereka yang sudah beriman dan menyatakan diri Islam itu, makin besar cintanya kepada Islam dan makin kukuh pula imannya. Mereka sudah berketetapan hati meninggalkan anutan nenek-moyang mereka dengan menanggung segala siksaan kaum musyrik yang hatinya belum lagi disentuh iman” (haekal)



Beberapa prinsip pembawa kebenaran

  • ia penuh bakti dan penuh kasih-sayang,
  • sangat rendah hati dan penuh kejantanan, 
  • tutur-katanya lemah-lembut dan
  • selalu berlaku adil; hak setiap orang masing-masing ditunaikan.
  • Pandangannya terhadap orang yang Iemah, terhadap piatu, orang yang sengsara dan miskin adalah pandangan seorang bapa yang penuh kasih, lemah-lembut dan mesra.
  • Malam hari, ia bertahajud, malam ia tidak cepat tidur, membaca wahyu yang disampaikan kepadanya,
  • renungannya selalu tentang langit dan bumi, mencari pertanda dari segenap wujud ini, 
    permohonannya selalu dihadapkan hanya kepada Allah.
  • Dia. yang menyerapkan hidup semesta ini ke dalam dirinya dan kedalam jantung kehidupannya sendiri


Ingat Waktu ..... Dalam Setiap Aktivitas