Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juni 2013

MENCARI KEBENARAN

Dalam suatu pertemuan di rumah gurunya, Gozali. Luffy yang sedang kebingungan tentang kebenaran menayakan langsung kepada gurunya.
      Luffy : guru, hampir semua orang kan berdo’a; orang Islam, orang Kristen, orang Budha, orang sunni, orang syi’ah, muhammadiyah, nu dan pokoke semuanya lah, untuk minta petunjuk jalan Tuhan. Kenapa mereka kok dapat petunjuk yang berbeda-beda? Terutama para senior-seniornya, kan sudah lama berdo’a, tapi mereka tetap kuat akan keyakinannya ya guru? Dan …… semuanya baik-baik juga!!?
Guru : semua orang mendapat hidayah Luffy, Cuma terkadang dia lebih mementingkan egonya daripada kebenaran yang datang anakku.
Luffy : Contohnya guru, eh maaf?
Guru : contoh sederhanya begini. Ada pepatah yang mengatakan “belajarlah kamu nak kamu pasti akan cerdas” tapi belajarkah semua orang yang mendengarkan hal itu?. Jika ditanya “mereka mau engga jadi orang cerdas?” semua orang mengatakan “mau” bukan?!
Luffy : tapi guru… yakinkah kita bahwa belajar yang dimaksud itu bisa membuat kita cerdas. Artinya banyak cara belajar dan belajar seperti apakah yang membuat kita bisa cerdas, mungkin ada yang lebih baik dan ada yang lebih cepat. Nah untuk meyakini bahwa belajar kita itu sudah benar ada standardnya enggak guru?.
Guru : anakku, ternyata pikiranmu terlalu kritis. Mungkin juga kamu juga akan menyinggung bahwa haruskan dengan cara islam orang bisa selamat nantinya? Iya kan?
Luffy menggangukkan kepalanya sembari merobah cara duduknya.
Guru : anakku, ibarat seseorang ingin bertemu dengan presiden, apakah ia dengan mudah bertemu dengan presidennya. Langsung datang keistananya. Dan …. maaf Luffy Mudahan kamu bisa mencerna apa yang saya katakan ini, karena kamu harus menemukan contoh ini. Bisakah luffy langsung menjabat tanganya? Pastinya tidak bisa, toh kalau kita paksakan berarti kita akan mendapatkan kesulitan-kesulitan setelahnya dan tentunya juga sebelumnya. Nah anakku, untuk bertemu dengan presiden saja harus ada petunjuknya yang disebut dengan protokoler, dan yang membuat protokoler itu adalah skeretaris presiden atau ajudan presiden. Nah begitu juga kalau kita ingin bertemu dengan Tuhan. Tuhan sudah memberikan petunjuk-petunjuknya. Nah petunjuk-petunjuknya kan sudah disampaikan oleh nabinya. Jadi yah ikutinya petunjuk tersebut. Jika tidak, mungkin dia bisa menerimanya karena Tuhan kan Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, atau mungkin juga dia tidak menerimanya, karena caranya salah, berlebih-lebihan, atau malah sengaja dirubah.
Luffy : Tapi….. bagaimana bisa mengetahui bahwa itu adalah petunjuknya yang betul, atau ……. Nabinya yang betul. Maaf guru …….?
Guru : Tidak mengapa luffy. Saya paham apa yang menjadi kegalauanmu, saya yakin banyak yang sepertimu, tapi malu untuk mengungkapkannya. Begini anakku, kalau kita tidak yakin atau belum yakin dengan petunjuk-petunjuk dari kitab-kitab-Nya. Dari ungkapan nabi-nabi-Nya. Kita bisa menggunakan akal kita dan hati kita. Saya yakin Tuhan telah banyak mengantar petunjuk-petunjuka-Nya di kehidupan ini. Cuma siapkah kita untuk mencoba menggeser ego kita ini dari kedudukannya sebagai pemimpin dalam menentukan jalan kita? Dan setelah itu maukah kita mengikuti semua petunjuk-petunjuknya? Dan siapkah kita tersisih dari orang-orang sekitar kita untuk memilih jalan-Nya yang ternyata jalan tersebut berbeda dengan yang diyakini orang tua kita, sahabat-sahabat kita, tetangga kita dan lain-lainya. Anakku ………
Ketukan pintu membuat pembicaran terhenti, karena sang guru ternyata kedatangan tamu yang lama ia rindukan. Namun di dalam hati Luffy merembes sebuah ketenangan. Semoga yang merembes ini adalah merupakan tapakan-tapakan keyakinan yang mendekati puncaknya. Amin

Senin, 31 Agustus 2009

Agama Cinta


Seperti yang anda ketahui tentang cinta, gula jawa terasa coklat, pahit terasa manis, racun bagai madu, tak ada jauh, tak ada lelah, luasnya lautan kan disebrangi, tingginya gunung kan didaki, cerewetnya calon mertua tak terpeduli, sampai hukum agama tak bisa membatasi.
Cinta memang kejam, namun tak semua yang kejam dijauhi. Bila dia datang maka semua kan berubah. Merubah hidup, merubah rasa, merubah hati, bahkan merubah akal.
Banyak orang karena cinta menjadi buta. Mata melihat tapi yang dilihat cuma cinta, sejauh mata memandang, sebesar apa yang dipandang, lagi-lagi yang dipandang hanya cinta. 
Cinta itu indah. Cinta itu suci, Cinta itu anugrah, Cinta itu fitrah.
Bila cinta datang maka tak perlu kenal. Bila ia datang maka tak perlu segala. 
Cinta itu datang bukan dari mata, bukan dari hati, bukan dari telinga, dia datang langsung membuai, dia datang langsung membelai, dia datang langsung merangsang, dia datang tak pakai salam. Iya ….. cinta adalah anugrah.
Rabiah al adawiyah, adalah tokoh cinta, salah satu tokoh diantara para pecinta. Cintanya tulus sehingga tak peduli kecuali kepada yang tercinta. Ia melihat rembulan bukan sekedar cahaya berbentuk dikala malam, ia melihat matahari bukan hanya silau disiang hari, ia melihat api bukan panasnya, ia melihat air bukan riaknya, ia melihat sesuatu bukan sifatnya. Ia melihat dengan cinta, ia merasa dengan cinta, ia beribadah karena cinta. Neraka bukanlah penghalang, sorga bukanlah tujuan, karena neraka dan sorga tak ada dalam cinta.
Banyak orang yang beralasan untuk meninggalkan agama karena Rabiah, banyak orang yang meninggalkan ibadahnya karena Rabiah, banyak orang yang berhukum pada Rabiah, banyak orang mengganti agamanya menjadi agama cinta, ‘agama’ Rabiah.
Tapi Rabiah hanyalah Rabiah, ia adalah manusia, manusia pecinta. Cinta tak bisa diukur hanya dengan kata. Cinta hanya bisa dikenal karena perjuangan. Dan cinta Rabiah tak kan bisa mengalahkan cinta Muhammad.

Saya takut cinta kita hanyalah kata-kata munafiq yang menghias bibir untuk dikabarkan kepada orang supaya mengganti agamanya menjadi agama cinta. Namun cinta itu sendiri kita tidak mengenalnya sebagaimana Rabiah mengenal cinta.

Rabiah saya mencintaimu, namun cintaku pada Muhammad lebih besar. Tapi …… cintaku tak sebesar perjuanganku. Astagfirullah.

NB : Rabiah Al-Adawiyah adalah tokoh sufi yang beribadah dengan ibadah yang tetap mengikuti ajaran Muhammad Rasulullah saw. Bukan orang yang keluar dari Islam.

Ingat Waktu ..... Dalam Setiap Aktivitas